Tangisan Ramadan
Keperitan 29 tahun
Akhirnya disudahi dengan rehat yang tenang
Suatu jangka masa yang mengusung dia pergi
Bahkan tidak bersua lagi
Mengejar masa ketika mencari
Saat mata tertancap pada sekujur tubuh
Diselubungi kain putih
Rintihan aku begitu lebat
Air mandian menghujani susuk tubuh
Terpancut darah dari telinganya
Sesak dada manusia di sekeliling
Simpati menggunung terhadapnya
Ya Allah ampunilah dia
Tenangkanlah rohnya
Haramkanlah azabmu menyentuh kulitnya
Arwah dulu baik orangnya
Disorong ke sebuah lubang gelap
Kelam dan sunyi bak malam hari
Saat itu aku sedar dia tidak akan kembali
Seorang gadis yang cekal hati
Comments
Post a Comment