Bisa Paku Durjana
Pernah menusuk isi merah
Merobek jiwa raga yang merekah
Memutuskan satu per satu salur darah
Tembok konkrit gah bersedia
Menghumban paku ke dalam derita
Namun mata tajamnya tetap menyerlah
Tembok tewas diselimuti pasrah
Isi merah mengalir air mata darah
Lokos sutera menahan amarah
Menanggung beban transformasi teragung
Disiat samurai sengsara terulung
Pergilah mengusung memori malang
Saat tembok disergah lembing perangsang
Biarpun letih bukan kepalang
Menahan halangan yang mendatang
Sabarlah seguris luka
Paku-paku itu telah mengundur diri
Mencari lorong ketentuan Ilahi
Walau rasanya membungkam di hati
Comments
Post a Comment