Hanya Satu

Langkah pertama menunduk wajah
Membayang pelangi warnanya cerah
Tiada pintasan rasa yang gundah 
Semangat membara menahan lelah

Walaupun pujukan bertalu-talu
Hati tetap dengan niat yang satu
Biar sakit fikiran buntu
Modus operandi ini yang dituju

Sekian lama dalam dilema
Menatap perjalanan bertanda tanya
Tawar hati tersejat air mata
Jiwa cenderung terus perkasa

Kini
Air mata melambai sengsara
Tangan mengusap pipi derita
Suara merakam laungan binasa

Membelai seketul daging bernama hati
Menadah sisa-sisa seorang srikandi
Niat tulus memacak kaki
Hanya satu, aku berani

Comments

Popular Posts